Tugas Siswa Kelas XI

Kepada seluruh siswa kelas XI yang membuat blog dengan menggunakan blogger.com agar meninggalkan komentar di blog ini dengan format isian :

Nama :
Kelas :
Alamat blog :

Catatan Penting !!!!
Bagi siswa yang tidak meninggalkan komentarnya di tulisan ini berarti tidak ada nilai akhir semester praktek.....!!!!
Trims

Read Users' Comments (99)

Tulisan Pertama Saya

Assalamu'alaikum

Nama saya Taslim Perdana, dilahirkan di kampung halaman saya di Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam tepatnya di desa Bansa pada tanggal 25 Desember 30 tahun yang lalu. Waktu saya lahir, saya hanya diberi nama “Taslim” saja oleh orang tua saya yang berarti PENYELAMAT atau KESELAMATAN, nama Taslim tersebut berasal dari kata Islam yang berarti kesemalatan atau agama penyelamat kehidupan umatnya. Saya sungguh bangga dengan nama saya tersebut sebab selain artinya yang sangat agung, nama saya juga disebut minimal satu kali seminggu di setiap Masjid di seluruh dunia, yaitu oleh Khatib yang memberikan Khutbah Jum’at.

Tambahan “PERDANA” diberikan waktu saya telah duduk di bangku kelas 3 SD oleh kakak saya, sebab kakak saya sangat menginginkan saya menjadi Penyelamat Pertama bagi orang-orang disekelilingnya, dimana kalau kedua kata pada nama saya itu (TASLIM dan PERDANA) digabungkan maka artinya adalah “Penyelamat pertama” yang akan menyelamatkan keluarga dan masyarakat lainnya. Sampai diusia 30 sekarang ini, saya tidak tahu apakah cita-cita itu sudah tercapai atau belum, yang pasti adalah apa yang diinginkan sekarang ini hanyalah bagaimana saya menjalani kehidupan ini dengan baik dan berusaha bermanfaat bagi orang lain serta tidak menyakiti hati dan perasaan mereka. Yaaaa…. mudah-mudahan saja

Pendidikan pertama yang saya tempuh adalah Sekolah Dasar. Saya tidak menempuh pendidikan pra dasar (Taman Kanak-kanak) seperti yang lainnya, selain karena kemampuan orang tua yang tidak ada, TK di kampung kami pun sangat jauh tempatnya dari rumah. SD Inpres 3/77 Bansa Kamang Mudik, itulah nama SD saya dulu. Pendidikan yang saya tempuh selama 6 tahun itu menanamkan ilmu dan kenangan yang tak akan pernah saya lupakan. Belajarnya (kayak yang rajin aja…), bermainnya (nah… yang ini banyak..apalagi klo dah main kasti,main gambar,main karet, main kolok tarompa….huuuhh.. kalah taruih…habis tu talambek pulang sampai dirumah kanai berang…huhuhu…), tawanya, tangisnya (hu..hu..hu…) kenakalan dan kena marahnya(sering kena cubit sama ibu MAR…sakit buk… dan kena pukul karna g ngumpulin buku kegiatan baca Al Quran atau gara-gara gak ikut shalat jamaah di mushalla … dipukul pakai penghapus papan…), prestasinya (ada g ya…?????….hehehe..).

Setelah duduk di kelas 3 SD selain belajar saya juga diberi tugas setelah pulang sekolah untuk bantu orang tua ke sawah, atau mencari cacing, (untuk apa..???). Cacing yang dicari itu digunakan untuk mencari belut dimana sebelum digunakan cacing dipanggang dulu lalu dimasukkan kedalam “lukah” (g tahu bahasa indonesianya…apa ya..???). Lukah itu terbuat dari susunan lidi yang dibentuk menyerupai botol minuman dan ujungnya diikat. sementara bagian bawahnya ditutup dengan tutup yang terbuat dari lidi juga dan dibuat lobang ditengahnya dimana di lobang itulah nantinya belut itu masuk setelah kita letakkan cacing panggang didalamnya, bagi belut cacing panggang adalah makanan paling enak dan lezat (memangnya belut pernah ngomong gitu….????). Kemudian setelah sore datang, maka lukah-lukah itu (yang kadang jumlahnya mencapai ratusan) kita pasangkan disawah-sawah yang ada airnya. Setelah selesai Shalat subuh pada pagi besoknya, baru lukah-lukah itu diambil dan dikumpulkan lagi.

Selain mencari cari cacing untuk lukah, saya juga diharuskan mencari rumput untuk makan sapi dan kambing kami. Walaupun tugas ini tidak saya laksanakan sendiri, karena juga ada kakak-kakak saya.

Setelah tamat dari SD, saya melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Thawalib Parabek Bukittinggi dan tinggal di asrama, mungkin karena belum bisa mengontrol diri sendiri, nilai yang saya dapatkan disana anjlok yang membuat seluruh keluarga kecewa. Saya pindah ke Padang dan mulai dari awal lagi di MTsN Gunung Pangilun Padang. Di Padang saya tinggal bersama 3 orang kakak saya. Setelah tamat dari MTsN, saya pindah lagi ke Padang Panjang tepatnya di MAN/MAKN Koto Baru Padang Panjang. Disinilah beberapa kenangan-kenangan yang tidak bisa terlupakan, selain masa pancaroba, terjadi juga beberapa kejadian yang tidak pernah terjadi sebelumnya, yaitu saya diusir keluar oleh guru saya waktu masih duduk di kelas 1, dan di kelas 1 itu juga saya mulai mengenal yang namanya cinta (cieeee…… ehm..ehm..) namanya juga cinta monyet, asal udah punya aja, sebab saya sendiri sama si dia dak pernah ngomong…hanya lewat surat-suratan (hehehe…) :-(

Setelah tamat dari MAN Koto Baru, saya ikut ujian UMPTN (sekarang namanya SMPTN) dan lulus di jurusan Teknik Elektronika Konsentrasi Teknologi Sistem Komputer Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang.

Saya paling suka mendengarkan musik yang bersuara lembut dan musik klasik dan tidak suka musik aliran keras, saya suka nonton acara televisi yang berisifat humor yang bisa mendatangkan tawa tetapi saya tidak suka sinetron yang ceritanya bersambung-sambung. Saya suka jenis film Drama, action, komedi. Saya suka nonton film india yang romantis dan tidak ada kekerasan (kadang-kadang sampai nangis…).

Makanan favorit saya adalah nasi. Kenapa nasi? Karena dengan nasi perut saya jadi kenyang dan kalau sudah di isi dengan nasi, saya tidak suka makan-makanan lainnya semisal cemilan dan saya juga suka minum kopi (kayak mbah surip aja…. tp g segawat itu loh… hanya 1 kali sehari…), saya tidak suka minum-minuman lainnya semisal jus atau minum-minuman kaleng.

“Tiga Belas”. Itulah jumlah kami seluruhnya, Apa, Amak, Uni kampuang (dg uda boy), Adang (dg Ibu Ses), Aciak (dg Akak), Ni Kaciak (dg Da kuto), Dawan (dg Nii), Nita (dg da Malin), Dadin (dg Ni Pea), Da Ef (..Ya Allah… Tempatkan Saudara kami ini di tempat yang terbaik disisi mu, Ampuni Semua dosa-dosanya, terima semua amalannya….Amin…. Da Ef Kami semua akan selalu berdoa untuk daef… setiap pulang kampung kami akan menemui daef…), nah setelah itu saya (P tepe dg b ipit cuit-cuitnya…hehehe…), Ir (dg dedi), Us (dg….. siapa ya…. ee ternyata belum….mudah2an segera dapat pendamping yang baik..). Ditambah dengan tiga belas orang cucu… wah klo dah pulang semua, rumah besar kami jadi sempit. Tapi klo semua pulang enak sebab rumah besar kami jadi heboh….. kapan lagi ya….mudah2an tahun depan (Us cepat……cari pasangannya….ada yang mau…???).

Orang tua saya punya peraturan yang sangat ketat dan tidak ada satupun yang boleh melanggar. Beliau berkata “kalau ingin sukses dalam belajar, maka ada tiga hal yang tidak boleh dilakukan yaitu dak buliah tahu di pitih (tidak boleh nyari uang), dak buliah maisok (tidak boleh merokok), dak buliah tahu jo padusi (tidak boleh pacaran) tapi kalau sudah di wisuda silahkan semuanya dilakukan…” dan Alhamdulillah dari 11 orang kami semuanya hanya 2 orang tidak sampai bangku kuliah (kakak yg pertama tamat SPG dan kakak yang ke empat tamat SMEA)… walaupun orang tua saya hanya pegawai kecil dan bertani.



Wah....capek deh.... kapan2 disambung lagi ya.... see u...



the Unforgetable Moment of my life

Read Users' Comments (51)